?">index'); document.write('

?max-results=10">Internasional');
?max-results="+numposts+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts2\"><\/script>");

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Cilegon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cilegon. Tampilkan semua postingan

Upaya Mengurangi Angka Pengangguran Dengan Kursus Non Formal

Written By Unknown on Kamis, 21 Februari 2013 | 11.35


Demi terselenggaranya layanan pendidikan nonformal untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas, terampil, mandiri dan profesional, Dinas Pendidikan (dindik) Kota Cilegon melalui bidang pendidikan formal dan informal melakukan pelatihan kelembagaan pengelolaan kursus nonformal pada 120 pengelola kursus. Acara itu digelar di Restaurant Bintang Laguna Cilegon, kamis (14/2)

Acara yang berlangsung dari kamis (14/2) hingga Jum’at (15/2) itu menyuguhkan materi-materi berkualitas. Didalamnya terdapat pembelajaran seperti ceramah, diskusi kelompok, kerja kelompok, jejak pendapat dan simulasi yang akan dibantu oleh praktisi pendidikan non formal.

Walikota Cilegon H. Tb. Iman Ariyadi dalam sambutannya yang dibacakan Asda III Sari Suryati menjelaskan peluang dan kesempatan untuk memperoleh pendidikan bagi masyarakat di Kota Cilegon adalah sama, tanpa pilih kasih. Hal ini bertujuan untuk menciptakan sumber daya manusia yang religious, berkualitas dan memiliki keterampilan sehingga dapat bersaing di pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif.

“Pendidikan  pada hakekatnya merupakan proses pembangunan peradaban bangsa. Oleh karena itu, pendidikan nonformal dan informal harus bertumpu pada konsep pertumbuhan, pengembangan, pembaharuan dan keberlangsungannya sehingga penyelenggaraan pendidikan nonformal dan informal harus dikelola secara dinamis dan professional”. tuturnya. Lebih lanjut Walikota mengatakan tingkat kerterserapan tenaga kerja di Kota Cilegon terbilang minim karena industri yang ada di Kota Cilegon adalah industri bersekala sedang sampai besar yang masuk dalam katagori industry padat modal yang tidak terlalu membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Sehingga menciptakan persaingan peluang tenaga kerja yang sangat tinggi di Kota Cilegon.

“Maka dari itu untuk menciptakan peluang dan kesempatan kerja bagi masyarakat, lembaga penyelenggaraan pendidikan nonformal khususnya Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) diharapkan harus lebih kreatif, berinovasi dan memiliki profesionalitas kelembagaan dan memiliki Sumber Daya Manusia pendidik yang berkualtias sehingga bisa menciptakan dan menambah pengetahuan, keahlian dan keterampilan bagi masyarakat”. Tegasnya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Nonformal pada Dindik Kota Cilegon Bayu Panatagama mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian Dindik Kota Cilegon dalam meningkatkan potensi serta pengelolaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakan (PKBM) di Kota cilegon agar lebih professional dan meningkatan potensi pendidikan kepada anak didiknya. “Tujuannya untuk meningkatkan profesionallitas pengelola dalam pengelolaan LKP (Lembaga Kursus dan Pelatihan),”kata bayu, Selain itu, lanjut Bayu, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan, keterbelakangan dan mengurangi angka pengangguran, yaitu dengan memberikan pemahaman kepada pengelola dalam pembelajaran bagi peserta didik, serta pengetahuan kelembagaan terhadap proses-proses terkait dalam kegiatan pendidikan informal dan nonformal.

Menurut Bayu, pendidikan formal maupun non formal harus memiliki inovasi dan kreatifitas serta berkompetensi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang disesuaikan dengan tuntutan dan situasi dalam perkembangan saat ini. “Kami ingin mereka berlomba dalam meberikan inovasi kepada anak didiknya nanti.”Ujarnya. 

Berdasarkan data, Bayu menuturkan bahwa masyarakat yang menganggur di tahun 2011 lalu sekitar 18.000 orang. Pada tahun 2012 ini menjadi 16.000 orang atau mengalami penurunan hingga 20 persen. “pendidikan nonformal menjadi solusinya, agar merekalebih mandiri.”Tutur Bayu

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat (Subdit) Kelembagaan dan Kemitraan pada Direktorat Pembinaan kursus dan pelatihan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Yusuf Muhyiddin mengatakan, pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan diluar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Dimana hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah atau pemerintah daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan “Setara namun pendidikan nonformal mengajak mereka agar lebih mandiri dan kreatisf, “Ujarnya.

Yusuf menambahkan, pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang befungsi sebagai pengganti, penambahan atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan,”Ini sebagai penunjang selain pendidikan formal,” tambahnya.

Sedangkan Kepala Dindik Kota cilegon Muchtar Ghozali mengaku mendukung dan mengapresiasi kegiatan tersebut, “Pendidikan non formal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap kepribadian professional”,katanya.

Walikota Cilegon Peduli Pembangunan Mesjid


Kepedulian Walikota Cilegon H.Tb Iman Ariyadi terhadap pembangunan Masjid di Kota Cilegon turut dibanggakan dan diapresiasikan, ini terbukti dengan kunjungan dan pemberian sumabngsihnya terhadap berbagai pembngunan masjid di Kota Cilegon. Hari ini Walikota Cilegon berkesempatan mengunjungi Baitusalam yang bertempat di Kelurahan Lebak Denok Kecamatan Citangkil Kota Cilegon, Selasa ( 19/2).

Dalam kesempatan tersebut Walikota Cilegon memberikan Apresiasi dan penghragaan yang setinggi tingginya dalam rangka pemabngunan Masjid baitusalam dan berharap agar masyarakat memiliki niat yang tulus dalam membangun masjid. ” kalo kita punya niat yang tulus Insya Allah pemabngunan masjid dapat terselesaikan “ tegasnya.

Walikota juga juga mengatakan pembangunan masjid sangatlah penting, karena masjid tidak hanya untuk kegiatan beribadah sholat saja tapi juga dapat memberikan kegiatan pendidikan keagamaan untuk anak-anak.  “sekali lagi saya titip ke masyarakat setelah masjid selesai yang terpenting adalah menghidupkan masjid dengan ibadah dan kegiatan-kegiatan positif lainnya”, tuturnya.

Pada kesempatan yang sama Ketua Panitia pembangunan masjid Baitusalam Ali Nudin melaporkan bahwasanya luas tanah masjid yang lama seluas 270 meter persegi, dan saat ini masyarakat bergotong royong membeli tanah hingga total luas tnah saat ini 457 meter persegi, adapun biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan masjid kurang lebih 690 juta sedangkan dana yang ada sekarang ini baru diperoleh 60 juta. “ saya memohon bantuan kepada walikota, camat, lurah para donatur serta seluruh elemen masyarakat untuk mendukung dan memberikan sumbangsi pemabngunan Masjid”, harapnya.

Walikota Tinjau Pencemaran Laut Di Merak


Cilegon - Dugaan pencemaran lingkungan di selat sunda mendapat perhatian serius dari pemkot cilegon. Kemarin, walikota cilegon H. Tb Iman ariyadi langsung turun ke lokasi pencemaran. Tb. Iman Ariyadi yang didampingi kepala badan lingkungan hidup daerah ( BLHD) Kota Cilegon, Epud Saefudin dan beberapa pejabat pemkot cilegon lainnya tiba di tempat kejadian di pantai merak, kelurahan. Mekarsari, kecamatan pulomerak.

Walikota Cilegon berada dilokasi sekitar satu jam untuk memantau kondisi lingkungan yang diduga tercemar. Dalam kesempatan tersebut walikota cilegon meminta kepada para pejabat yang berkompeten menyikapi dugaan pencemaran tersebut. “ BLHD harus secepatnya melakukan penelitian terhadap limbah yang mencemari perairan pantai merak, sehingga secepatnya dapat diketahui jenis limbah apa yang mencemari pantai tersebut. Kemudian harus dicari limbah berasal dari mana, dan melakukan langkah – langkah pembersihan terhadap limbah yang ada di pinggir pantai,” pinta walikota.

Terbentur anggaran. Sampai rabu kemarin, jenis limbah bahan beracun dan berbahaya (B3), yang mencemari perairan di sekitar selat sunda belum diketahui secara pasti. Sejauh ini BLHD Kota Cilegon baru bisa mereka-reka jenis limbah yang mencemari perairan. Namun, bila dilihat secara kasat mata dan kondisi fisik limbah di lapangan, jenis limbah yang mencemari perairan pantai merak, berupa minyak solar atau oli.

Arief fuad kepala sub bidang pengendalian lingkungan BLHD cilegon tersebut, yakni limbah cair B3 berupa minyak solar atau oli. BLHD beralasan tidak memiliki laboratorium dan terbentur anggaran untuk melakukan penelitian. “kami masih menelusuri sumber penyebab pencemaran tersebut,”kata epud saepudin. Sehubungan itu, kata dia, pihaknya tengah mengumpulkan bahan keterangan termasuk mengambil contoh air yang diduga telah tercemar untuk diteliti. Namun untuk sementara diketahui pencemaran tersebut, bukan dari limbah industry. Karena hal yang sama juga erjadi di sekitar pantai anyer.

Sementara itu, kepala sub bidang pengendalian lingkungan BLHD cilegon, arief fuad, mengatakan, sampai sekarang belum dilakukan penelitian terhadap limbah tersebut. Pasalnya, sampai sekarang pemerintah kota cilegon belum memiliki laboratorium dan untuk melakukan penelitian di laboratorium di luar pemerintah kota cilegon, terbentur anggaran. “namun, bila dilihat secara kasat mata dan kondisi fisik limbah di lapangan, jenis limbah yang mencemari perairan pantai merak, berupa minyak solar  atau oli ungkap Arief.
 
Website Resmi : ujungkulonPOST.com " Media Kita "
Copyright © 2011. ujungkulonPOST - Layanan Pengaduan : +62.8777.3434.999
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger